Gas elpiji bersubsidi langka, Pemkab Barsel cek kondisi di lapangan

id Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah,Barsel,Kalteng,Sekda Barito Selatan,Edy Purwanto

Gas elpiji bersubsidi langka, Pemkab Barsel cek kondisi di lapangan

Sekda Barito Selatan, Edy Purwanto saat diwawancarai saat mengikuti rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) di DPRD, di Buntok, Senin (23/11/2020). ANTARA/Bayu Ilmiawan.

Buntok, Kalteng (ANTARA) - Tim terpadu pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, berencana turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan penyebab terjadinya kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram atau bersubsidi di wilayah setempat.

"Tim terpadu dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM,  Kepolisian, Satpol PP dan lainnya itu akan turun lapangan dalam waktu dekat ini," kata Sekda Barito Selatan Edy Purwanto, di Buntok, Senin.

Berdasarkan hasil pengecekan dilapangan itu nantinya akan diketahui penyebab langkanya gas elpiji ukuran 3 kilogram tersebut, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi kedepannya. Sebab, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram itu menyebabkan harga jualnya dilapangan sudah lebih tinggi.

"Apakah ini akibat meningkatnya kebutuhan atau dimainkan oleh oknum tertentu. Itu nantinya akan diketahui pada saat dilakukan pengecekan dilapangan," ucap Edy.

Menurut dia, dengan adanya kegiatan itu juga akan dapat menjadi bahan evaluasi pihaknya dalam menentukan langkah lebih lanjut kedepannya.

Baca juga: KPU Barito Selatan lakukan penyortiran surat suara pilkada Kalteng

Selain itu ia juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan juga sudah menyampaikan permohonan kepada PT Pertamina untuk menambah kuota gas elpiji ukuran 3 kilogram di daerah ini.

"Penambahan kuota gas elpiji ukuran 3 kilogram selain diperuntukan bagi masyarakat miskin juga harus memperhatikan kalangan usaha kecil dan menengah sesuai dengan intruksi pemerintah pusat," kata Edy Purwanto tanpa menyebutkan berapa permohonan penambahan kuota gas elpiji itu.

Pantauan Antara, kelangkaan gas elpiji di kota Buntok, Kecamatan Dusun Selatan tersebut sudah terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini.

Kalaupun ada yang menjual, namun harga jualnya ditingkat pengecer berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram tersebut. Harga tersebut sudah melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan untuk wilayah Kecamatan Dusun Selatan yakni Rp 18 ribu per tabung gas.

Baca juga: Pemkab dan DPRD Barsel dukung simulasi pemungutan suara terapkan prokes

Baca juga: Ini upaya penguatan persatuan hingga pengamanan pilkada di Barsel

Baca juga: Penuhi capaian program pembangunan 2021, APBD Barsel 2021 harus berutang

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar