Pendaftar haji di Kotim harus tunggu 25 tahun untuk berangkat

id Pendaftar haji di Kotim harus tunggu 25 tahun untuk berangkat, Kalteng, Sampit, Kotim, haji, Kotawaringin Timur

Pendaftar haji di Kotim harus tunggu 25 tahun untuk berangkat

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabiatul Adawiyah. ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Tahun ini merupakan tahun kedua bagi umat Islam di Indonesia tidak bisa berangkat menunaikan ibadah haji, namun uniknya antusias masyarakat mendaftar naik haji terus meningkat, salah satunya di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, meski waktu tunggu semakin lama.

"Saat ini 'waiting list' (daftar tunggu) sekitar 4.000 orang dengan masa tunggu 25 tahun. Jadi kalau mendaftar hari ini, berangkatnya 25 tahun nanti. Yang masuk daftar calon keberangkatan saat ini adalah pendaftar tahun 2011. Mudah-mudahan tahun depan kita sudah bisa memberangkatkan jamaah calon haji," Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabiatul Adawiyah di Sampit, Senin.

Kementerian Agama telah mengumumkan bahwa tahun ini Indonesia batal memberangkatkan jamaah calon haji untuk melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Seperti tahun lalu, belum dibukanya kesempatan oleh Pemerintah Arab Saudi masih terkait kondisi pandemi COVID-19.

Kembali ditiadakannya pemberangkatan haji tahun ini tentu menjadi kabar menyedihkan bagi umat Islam di Indonesia, terlebih bagi calon haji yang masuk dalam kelompok jamaah yang siap diberangkatkan untuk menunaikan rukun Islam ke lima tersebut.

Rabiatul menyebutkan, ada 172 orang calon haji dari Kotawaringin Timur yang rencananya diberangkatkan. Namun satu orang meninggal dunia sehingga jumlahnya tersisa 171 orang.

Jumlah tersebut sesuai kouta Kalimantan yang didapat Kotawaringin Timur. Kuota tersebut diberlakukan sama bagi kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Persiapan secara matang sudah dilaksanakan, khususnya mitigasi penyelenggaraan ibadah haji. Secara administrasi untuk Kotawaringin Timur sudah siap sehingga jika ada pengumuman keberangkatan maka kita tidak ada kendala administrasi dan lainnya.

Baca juga: BKSDA siapkan jerat tangkap buaya penerkam guru di Kotim

Paspor calon haji juga sudah selesai semua dan sudah dikirim ke Kemenag provinsi untuk pengurusan administrasi. Namun harapan itu kembali pupus setelah pemerintah mengumumkan bahwa tidak memberangkatkan jamaah calon haji pada 2021 ini.

"Kami tetap berkoordinasi sambil menunggu informasi lebih lanjut. Kami turut merasakan yang dirasakan para jamaah makanya kami terus memberi pemahaman kepada mereka. Ini tahun kedua tidak ada pemberangkatan haji. Kita tidak tahu sampai kapan. Kita semua berharap tahun ini adalah tahun terakhir pembatalan. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa diberangkatkan," harap Rabiatul.

Terkait pembatalan ini, pihaknya sudah menginformasikan kepada calon haji jika ada yang ingin menarik kembali biaya yang telah disetorkan. Namun hingga saat ini belum ada calon haji Kotawaringin Timur yang menarik dana setoran haji. Tahun 2020 lalu tercatat dua orang yang melakukan pembatalan lunas.

"Pembatalan lunas itu artinya dana yang ditarik hanya uang pelunasan ongkos naik haji, sedangkan setoran awal tidak diambil sehingga mereka tetap berhak mendapatkan daftar tunggu. Tapi kalau diambil dengan setoran awalnya, berarti itu namanya mengundurkan diri maka tidak lagi masuk daftar tunggu," demikian Rabiatul Adawiyah.

Baca juga: KNPI Kotim serukan pemuda jadi teladan sukseskan vaksinasi COVID-19

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar