Pemkab Sukamara segera bayar insentif tenaga Kesehatan

id Wakil Bupati Sukamara, Kalimantan Tengah, Ahmadi, Kabupaten Sukamara, Sukamara, Kalteng, insentif tenaga kesehatan Kabupaten Sukamara, Pemkab Sukamara

Pemkab Sukamara segera bayar insentif tenaga Kesehatan

Wakil Bupati Sukamara Ahmadi saat berbincang dengan Kadinkes Sukamara Ari Jumita di Sukamara, Selasa (8/6/2021). ANTARA/Donefrid Lalang

Sukamara (ANTARA) - Wakil Bupati Sukamara, Kalimantan Tengah, Ahmadi mengakui pembayaran insentif untuk tenaga kesehatan di wilayah setempat, sempat terkendala dalam pembayaran akibat adanya refokusing anggaran dalam menangani COVID-19.

"Masalah pembayaran insentif tenaga kesehatan itu akan diselesaikan dalam waktu dekat ini sesuai ketentuan yang berlaku," kata Ahmadi di Sukamara, Selasa.

Dikatakan, adanya beberapa perubahan dalam regulasi dan aturan untuk penggunaan refokusing anggaran, membuat penggunaan APBD masih dalam proses penyempurnaan dan penyesuaian data.

Dia pun memastikan apabila proses penyempurnaan ini sudah selesai dan dapat dilakukan pencairan, maka akan segera disampaikan ke Dinas Kesehatan agar segera dibayar insentif tenaga kesehatan tersebut.

"Jadi, terkait kendala dalam pembayaran insentif dan sebagainya, dapat terlaksana dengan baik kedepannya," kata Ahmadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara Ari Jumita mengatakan, terkait pembayaran insentif bagi nakes memang belum, karena adanya kendala dalam proses refokusing maupun pergeseran dan perubahan Permenkes yang baru keluar.

Pada bulan kedua tahun 2021, Pemkab Sukamara telah lakukan refokusing terkait anggaran yang akan digunakan dalam pembayaran insentif dan lainnya. Namun, setelah dilakukan penyusunan ternyata ada perubahan dalam Permenkes tentang aturan pencairan insentif tersebut, sehingga penyusunan tertunda.

"Akibat perubahan tersebut, pembayarannya juga harus mengalami pergeseran dan ditunda hingga penyusunan dan proses penyempurnaan dalam refokusing ini terselesaikan, guna menyesuaikan aturan dari Permenkes tersebut," kata Ari.

Namun, pada akhir bulan ketiga tahun ini, ternyata ada perubahan kembali terkait regulasi terbaru bagaimana pemanfaatan dan untuk pembayaran insentif, penanganan vaksin dan sebagainya, sehingga dilakukan penundaan kembali.

Sebenarnya, dalam proses tersebut tetap harus mengikuti regulasi yang ada, Makanya, diharapkan proses percepatan dalam pergeseran anggaran ini segera terlaksana dengan baik.

"Untuk perubahan pun sudah tidak ada lagi, sehingga kendala dianggap telah selesai," kata Ari.

Baca juga: Kadinkes minta masyarakat Sukamara tetap disiplin prokes COVID-19

Dia menyebut penundaan pembayaran insentif dan lainnya memang tidak disengaja, karena adanya perubahan regulasi yang menyebabkan proses pergeseran harus dilakukan berulang-ulang karena harus menyesuaikan aturan yang ada.

Dan, untuk saat ini, dapat dikatakan sudah tidak ada lagi kendala yang terjadi. Bahkan, pembayaran insentif bagi nakes vaksinator juga sudah bisa dilakukan apabila sudah dilakukan pengajuan pencairan oleh puskesmas atau lainnya.

"Kita tentunya berharap, pembayaran insentif dan lain sebagainya dapat terselesaikan pada bulan ini juga," janji dia.

Selain itu, juga sudah disampaikan kepada setiap puskesmas yang ada untuk dapat melakukan pengklaiman supaya dapat segera terbayar.

"Saat ini masih menunggu petugas-petugas kita mengajukan untuk pencairan dana tersebut, karena masih ada yang melengkapi beberapa SPJnya," demikian Ari.

Baca juga: Diskominfo Sukamara apresiasi ANTARA Kalteng hibahkan seperangkat CPU

Baca juga: Balai Riam harapkan penyekatan jalur transportasi

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar