DPKUKMP Palangka Raya libatkan BPOM awasi Pasar Ramadhan

id DPKUKMP Palangka Raya,Pasar Ramadhan ,Kalteng,Kepala DPKUKMP Palangka Raya Samsul Rizal

DPKUKMP Palangka Raya libatkan BPOM awasi Pasar Ramadhan

Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya Samsul Rizal (tengah) memimpin rapat persiapan pasar Ramadhan 1445 Hijriah dengan para pedagang di daerah setempat, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-DPKUKMP Palangka Raya  

Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di kota setempat dalam pengawasan terhadap pedagang di Pasar Ramadhan 1445 Hijriah yang akan dibangun di sembilan lokasi.
 
Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya Samsul Rizal di Palangka Raya, Senin, mengatakan Pasar Ramadhan yang nantinya dibangun di sembilan titik tersebut benar-benar diawasi oleh petugas DPKUKMP dan BPOM di daerah setempat, agar makanan yang dijajakan benar-benar higienis dan tidak mengandung bahan membahayakan untuk dikonsumsi.

"Makanan yang nantinya dijual belikan di kawasan setempat juga akan di pantau dan diuji coba kandungannya, sehingga benar-benar makanan tersebut sehat dan tidak berbahaya kalau dikonsumsi manusia," ucapnya.

Dia menuturkan, sembilan lokasi pasar Ramadhan masing-masing terletak di Jalan Tjilik Riwut Km 1 Palangka Raya tepatnya di kawasan Pasar Kahayan, Jalan Ais Nasution, Bawean, Hasanudin, Yos Sudarso di depan Pasar Datah Manuah dan di depan Masjid Shalahudin.

Baca juga: BPBD terus berupaya bersihkan drainase cegah banjir di Palangka Raya

Selain itu di Jalan Rajawali ada dua lokasi, yaitu di kawasan Pasar Rajawali dan di belakang Hotel Swiss Bell Danum. Lokasi terakhir yakni di Jalan RTA Milono, tepatnya di kawasan Masjid Kubah Kecubung.

"Dari hasil rapat yang kami laksanakan beberapa hari yang lalu, sudah banyak para pedagang yang mendaftarkan dirinya sebagai pedagang pasar Ramadhan di sembilan lokasi tersebut," ungkapnya.

Ditambahkan Samsul Rizal, di Pasar Ramadhan tahun ini nantinya para pedagang kuliner menjual makanan siap saji mereka juga ada yang menjual produk-produk olahan non kuliner.

"Jadi tidak hanya menjual aneka ragam kue, makanan dan minum siap saji saja. Tapi ada juga produk kerajinan tangan, seperti menjual tasbih, peci, mukena dan lain sebagainya. Yang jelas masih berhubungan dengan momentum Bulan Suci Ramadhan," demikian Samsul Rizal.

Baca juga: UMPR terus dorong inklusivitas dalam meraih pendidikan tinggi

Baca juga: ANTARA bekali mahasiswa Fisipol cara komunikasi dalam tuntutan pergaulan global

Baca juga: Kanwil Kemenkumham Kalteng promosi indikasi geologis