Awas! DBD Mulai Merebak di Tumbang Anjir Gumas

id penyakit dbd, demam berdarah, tumbang anjir

Awas! DBD Mulai Merebak di Tumbang Anjir Gumas

Ilustrasi. (istimewa)

Kuala Kurun (Antara Kalteng) - Penyebaran virus Demam Berdarah Dongue (DBD) yang biasanya terjadi pada akhir tahun itu, kini di Tumbang Anjir Gunung Mas sudah mulai muncul di pertengahan tahun.

"Sudah tercatat ada lima pasien di puskesmas ini," ungkap seorang perawat poli umum pemegang program DBD Puskesmas Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Yusiana Wulandari di Kuala Kurun, Jumat (11/8).

Penyakit DBD biasanya muncul di akhir tahun pada bulan Oktober, November dan Desember. Namun, DBD di wilayah Tumbang Anjir mulai terlihat pada bulan Juli yang lalu dengan jumlah penderita empat orang. 

Kemudian, di awal Agustus ini bertambah satu lagi penderita DBD, sehingga masyarakat perlu waspada dengan melakukan tindakan pencegahan DBD.

Ia meminta masyarakat menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menggalakkan langkah 3M Plus. Diawali dengan menguras tempat-tempat penampung air, serta membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampuangan air, seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, sampai penampungan air lemari es.

Dilanjutkan dengan menutup tempat-tempat yang sudah dibersihkan, seperti drum, kendi, toren air, bak dan barang barang lain yang sering digunakan sebagai wadah air harus ditutup rapat. 

"Ini semua dilakukan agar tidak digunakan nyamuk sebagai media menetaskan telur telurnya," kata Yusiana. 

Selanjutnya, perlu melakukan pembersihan lingkungan, untuk menjaga jangan sampai ada spot-spot genangan yang bisa menjadi media nyamuk berkembang biak. 
"Kaleng, dan barang barang bekas lainnya yang tidak berguna dan dapat menampung air lebih baik dikubur," katanya. 

Terakhir, setelah menguras, menutup dan mengubur/mendaur ulang masyarakat juga perlu melakukan tindakan tambahan. Yakni dengan melakukan pencegahan gigitan nyamuk. 

"Bisa menggunakan kelambu, obat nyamuk, maupun memelihara ikan dan tanaman yang tidak disukai nyamuk," demikian Yusiana.

Pewarta :
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar