Tuntaskan vaksinasi MR di Bartim, Dinkes gandeng Kemenag

id Tuntaskan vaksinasi MR di Bartim, Dinkes gandeng Kemenag,vaksin Campak dan Rubella ,Vaksin MR

Kadinkes Bartim dr Simon Biring MPH. (Foto Antara Kalteng/Habibullah)

Tamiang Layang (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah melalui Dinas Kesehatan setempat berencana menggandeng pihak Kantor Kementerian Agama setempat untuk menuntaskan penyuntikan vaksin Campak dan Rubella (Measles and Rubella atau MR).

"Yang tersisa hanya 20 persen saja dari jumlah yang harus menerima vaksin MR," kata Kepala Dinkes Bartim, dr Simon Biring MPH kepada Antara Kalteng, Kamis. 

Dengan menggandeng Kemenag Bartim, Simon optimis target pemberian penyuntikan vaksin MR kepada anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun akan tercapai. 

Pemberian vaksin MR merupakan program nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan kekebalan tubuh manusia terhadap virus campak dan Rubella. 

Pemberian vaksin ini untuk menghindarkan generasi muda dari penularan virus MR melalui saluran pernapasan. Dampak virus MR bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian.

Dengan pemberian vaksin MR, diharapkan generasi muda khususnya di Bartim bebas dari bahaya virus campak dan rubbella dan Indonesia bebas MR pada 2020 nanti.

Ditambahkan Simon, stok vaksin MR di Dinkes Bartim masih tersedia sesuai jatah yang sudah diserahkan pemerintah pusat. "Bagi masyarakat yang belum melakukan imunisasi bisa datang ke puskesmas karena stok masih tersedia," katanya. 

Pemberian imunisasi vaksin MR terus berlanjut dan bersifat tidak memaksa. Imunisasi yang digalakkan Agustus lalu, terus berlanjut hingga selesai. 

Kepala Kantor Kemenag Bartim, Khairul Anwar mengatakan, saat ini belum ada kordinasi dari Dinkes Bartim. Walaupun demikian, Khairul menyikapi positif program kesehatan nasional tersebut.

"Kita siap mendukung Dinkes Bartim," demikian Khairul. 

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar