Tim dokter tangani operasi lambung perempuan 'raksasa' di Palangka Raya [VIDEO]

id wanita 350 kg,obesitas,wanita raksasa,tim dokter operasi

Petugas mengevakuasi Titi Wati (37) wanita tergemuk di Kalteng dari kediaman pribadi di Jalan G. Obos 25 ke RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, Jumat (11/1/18). (Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika).

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Humas RS Doris Sylvanus Palangkaraya, dr Theodorus Sapta Atmadja mengatakan tim dokter siap melakukan operasi lambung terhadap Titi Wati (37), wanita dengan berat badan sekitar 300-350 kg di daereah itu.    

"Untuk tim dokter internal, kami sudah rapat dengan tim dokter di sini yang akan melakukan penanganan. Selain itu kita juga sudah berkoordinasi dengan dokter dari luar yang akan membantu operasi," kata theodorus di Palangka Raya, Jumat.
     
Dia menerangkan, selain dokter dari RSUD Doris Sylvanus juga ada dokter dan pihak lain yang akan membantu operasi yakni dokter bedah digestif konsultan, dokter anastesi dan perawat lain yang akan membantu operasi.
     
Dia menambahkan, persiapan operasi memakan waktu lima sampai tujuh hari. Untuk itu, tim dokter juga melakukan pemeriksaan saraf, fugsi ginjal, fungsi hati, profil lemak dan lain-lain untuk memastikan kesehatan wanita yang tak mampu lagi berjalan lebih dari enam tahun itu.
     
"Itulah yang harus kita lakukan sebelum dilakukan operasi. Kami berharap tidak ada kontra indikasi mutlak atau gejala penyakit yang menyebabkan dibatalkannya operasi," kata Theodorus.
     
Pernyataan itu diungkapkan dia di RSUD Doris Sylvanus usai proses evakuasi Titi dari kediaman pribadi di Jalan G. Obos 25, Kota Palangka Raya.  

"Ibu Titi saat ini berada di ruang Edelwis nomor 25. Tapi nanti jangan berprasangka habis keluar dari rumah sakit berat badan akan langsung turun. Kita berhadap tindakan operasi lambung ini akan menurunkan berat badan selama sebulan turun 15-20 kilogram. Operasi lambung, volume lambung akan berkurang 50 persen," katanya.
     
Sementara itu, proses evakuasi untuk mengeluarkan Titi dari rumahnya menuju mobil memakan waktu hampir satu jam.
     
Kondisi Titi yang tak mampu lagi berjalan membuat dia harus ditandu sebanyak 20 petugas dari Damkar dan Tagana secara estafet melewati dua jendela yang dijebol untuk jalur evakuasi.

 

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar