Petani karet di Bartim ditemukan tewas membusuk

id Petani karet tewas,membusuk,Petani karet di Bartim ditemukan tewas membusuk,Kapolres Barito Timur AKBP Zulham Effendy,Kasat Reskrin AKP Andika Rama

Jasad petani karet Aliansyah (60) saat ditemukan dalam kondisi meninggal dan membusuk di pondok miliknya yang berada di Kebun Karet di Desa Sibung, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, Selasa (23/04) sore sekitar pukul 15.00 WIB. (Ist)

Tamiang Layang, BartimĀ  (ANTARA) - Seorang petani karet Aliansyah (60) ditemukan dalam kondisi meninggal dan sudah membusuk di pondok miliknya yang berada di Desa Sibung, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah pada Selasa (23/04) sore sekitar pukul 15.00 WIB

Kapolres Barito Timur AKBP Zulham Effendy melalui Kasat Reskrin AKP Andika Rama, di Tamiang Layang, Rabu, membenarkan penemuan mayat lelaki tersebut, dan jenazah sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi.

"Diduga meninggal dunia dalam kondisi sakit. Dari hasil identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh almarhum," kata Andika Rama.

Menurutnya, dalam olah TKP di dalam pondok ditemukan obat Paramex dan Napasin yang diduga ada beberapa butir sudah dimakan korban.

Dari hasil pengumpulan keterangan dari beberapa saksi baik masyarakat dan pihak keluarga, almarhum diperkirakan meninggal dunia sekitar sepekan atau pada Kamis (18/04/2019) lalu.

"Ada saksi mengatakan, bahwa almarhum sesudah pencoblosan lalu berangkat ke pondok kebun karet dan tidak terlihat selama sepekan itu," katanya.

Andika juga menjelaskan, korban meninggal dunia pertama kali diketahui warga bernama Dewi yang kemudian menyampaikannya kepada Khairil warga Talohen Hulu Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah.

Khairil kemudian melaporkan penemuan mayat dengan posisi terlentang di atas kasur dan membusuk itu ke Polsek Dusun Tengah. Anggota Satreskrim Polres Barito Timur dan Polsek Dusun Tengah langsung melakukan identifikasi dan mengumpulkan keterangan dan bahan dari saksi-saksi.

"Atas permintaan keluarga, jenazah pun dibawa pulang setelah selesai dilakukan identifikasi. Jenazah langsung dimandikan dan dishalatkan kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga," kata Andika.

Jebolan Taruna Akpol 2008 itu juga meminta peran serta masyarakat, jika mengetahui ada penemuan mayat manusia segera melaporkan ke kepolisian terdekat.

"Jika mengetahui pelaku tindak pidana kriminal, kami mohon segera menyampaikan informasinya juga ke kepolisian terdekat," demikian Andika.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar