Apa bedanya podcast dengan radio?

id radio ,podcast,Apa bedanya podcast dengan radio?

Apa bedanya podcast dengan radio?

Ilustrasi - Dua perempuan mencermati sebuah Gramaphone buatan tahun 1930 an, saat pameran radio kuno di Museum House of Sampoerna (HoS) Surabaya, Senin (17/3). Pameran bertajuk 'Layang Swara, Radio Dari Masa Ke Masa' yang menggelar 34 radio kuno dari tahun 1930-1970 an milik beberapa kolektor pecinta audio dari kelompok Padmaditya Yogyakarta tersebut, dalam rangka peringatan Hari Siaran Nasional yang diperingati tiap 1 April. (ANTARA FOTO/Eric Ireng/ss/ama)

Jakarta (ANTARA) - Belakangan ini siaran yang disampaikan melalui audio atau podcast menjadi semakin populer, yang kian bermunculan mewarnai platform streaming.

Sama-sama menghadirkan konten audio, podcast menjadi "versi kekinian" dari Radio. Keduanya juga memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan informasi, edukasi maupun hiburan kepada pendengar.

Namun, keduanya juga memiliki sejumlah perbedaan. Perbedaan utama antara siaran radio dan podcast terletak pada teknis pembuatan, dikutip dari laman buzzsprout.

Podcast dapat direkam, kemudian diedit atau masuk dalam proses pasca-produksi. Sementara, radio merupakan siaran langsung. Meskipun ada beberapa segmen radio yang direkam sebelumnya, siaran radio tidak melalui proses penyuntingan.

Baca juga: Spotify gabungkan musik dan podcast pada 'playlist' Hari Kemerdekaan

Podcast adalah layanan on-demand, yang memungkinkan pendengar untuk mendengarkan konten yang hanya ingin mereka dengarkan, bahkan mengunduh episode tertentu sesuai keinginan mereka.

Sementara radio, dikutip dari laman Radio.co, memiliki waktu siaran yang terjadwal. Pendengar yang sedang tidak ingin mendengarkan sebuah konten radio akan beralih dari satu saluran radio ke yang lainnya.

Radio juga memiliki "racikan" tersendiri dalam sebuah acara, misalnya komposisi musik, berita, iklan, wawancara atau sesi telepon dengan pendengar, yang tidak ada di podcast -- sebabnya, penyiar radio selalu memperkenalkan diri, stasiun dan saluran radio juga topik yang sedang dibicarakan, saat berganti segmen.

Sedangkan, podcaster dapat menentukan format podcast sendiri, mulai dari durasi hingga topik podcast.

Baca juga: Spotify hadirkan fitur video untuk podcast

Selanjutnya, radio dan podcast memiliki target pendengar yang berbeda. Radio cenderung menargetkan pendengar luas dengan membuat berbagai macam konten dengan topik yang bervariasi, sehingga pendengar dapat setia dengan salurannya.

Berlawanan dengan itu, podcast mencoba untuk menargetkan ceruk pasar pendengar yang lebih sempit berdasarkan fokus pada topik yang lebih bersifat individu.

Secara konten, radio biasanya menyajikan topik yang sedang tren. Sehingga kesuksesan radio dinilai pada jumlah pendengar saat itu, atau bisa dikatakan radio memiliki periode yang singkat.

Sebaliknya, konten podcast dapat dinikmati kapan saja sesuai minat pendengar -- ada podcast khusus cerita horor, misalnya, meskipun memang ada beberapa podcast membahas tentang berita terkini di tengah masyarakat.

Baca juga: Garap proyek podcast, Warner Bros dan DC gandeng Spotify

Baca juga: Google Podcast hadir di iOS dengan membawa pembaruan

Baca juga: Google Assistant tambahkan dua perintah baru

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar