'Influencer' media sosial dinilai makin tumbuhkan tren positif

id Bintang Emon ,Influencer,'Influencer' media sosial dinilai makin tumbuhkan tren positif,Pegiat media sosial

'Influencer' media sosial dinilai makin tumbuhkan tren positif

Bintang Emon (instagram/bintangemon)

Jakarta (ANTARA) - Pegiat media sosial Bintang Emon menilai bahwa saat ini, baik influencer media sosial dan anak-anak muda, sudah mulai lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan platform tersebut untuk bersuara dan menjadi kritis.

"Dengan mudahnya akses bersuara, makin banyak anak muda yang kritis. Bersuara bukan lagi hal yang eksklusif. Selain kewajiban, banyak yang mulai kritis soal hak merka sebagai warga negara," kata Bintang melalui jumpa pers, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa banyak influencer dan kreator konten yang memanfaatkan media sosial dan layanan digital untuk berbagi konten mendidik namun juga menarik bagi penonton muda.

Baca juga: KPK cermati temuan ICW yang menyebut anggaran Rp90 miliar untuk 'influencer'

"Makin ke sini, makin banyak edukasi atau pelajaran yang dibungkus sama hiburan, kayak misalnya Jerome Polin dengan matematika. Dan penonton akhirnya banyak yang ter-influence sama pendidikan, bukan cuma drama seperti publik figur ribut dan lainnya," kata Bintang.

"Banyak influencer yang membawa tema pendidikan dan banyak yang mengikuti juga," ujar salah satu sosok trending di Google Year in Search 2020 itu.

Senada dengan Bintang, Head of Consumer Apps Marketing Google Indonesia Fida Heyder mengatakan bahwa pencarian konten pendidikan memang mengalami kenaikan signifikan di tahun 2020 ini. Hal tersebut didorong dengan adaptasi pembelajaran daring karena pandemi COVID-19.

"Konten edukasi di Indonesia cukup siginifikan kenaikan pencariannya. Tidak ada yang terlalu menonjol memang, tapi mata pelajaran yang banyak dicari ada di bidang science (IPA), matematika, dan geografi," kata Fida.

"Sepanjang tahun ini, sekolah online diberlakukan, dan sampai sekarang pun banyak sekolah yang melakukannya. Kami juga melihat guru, murid, orang tua banyak yang mencari soal edukasi di Google," imbuhnya.

Adapun kueri seperti "Google Classroom", "apa itu kuota belajar", "cara masuk ke Google Classroom", hingga "sepeda lipat" termasuk di antara penelusuran yang jadi tren teratas di tahun ini.

Baca juga: BNPB gandeng puluhan 'influencer' cegah COVID-19

Baca juga: Pemuda Palangka Raya ikut jelajahi Indonesia selama tiga bulan gratis

Baca juga: Garuda buka pintu seluas-luasnya bagi Youtuber atau Influencer