Tekan kenaikan harga, Pemkab Gumas gelar pasar penyeimbang

id Pasar penyeimbang gunung mas, pemkab gunung mas, wabup gunung mas efrensia lp umbing, kuala kurun, gunung mas

Tekan kenaikan harga, Pemkab Gumas gelar pasar penyeimbang

Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia LP Umbing didampingi Kepala DPKP Hansli Gonak dan lainnya menjual secara simbolis ikan patin kepada warga, pada pelaksanaan pasar penyeimbang di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Rabu, (28/9/2022). ANTARA/Chandra

Kuala Kurun (ANTARA) -
Wakil Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Efrensia LP Umbing mengatakan, guna menekan kenaikan harga sejumlah komoditas, pemerintah kabupaten melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggelar pasar penyeimbang.
 
“Pasar penyeimbang ini tujuannya agar harga sejumlah komoditas di wilayah kita tidak melambung tinggi,” ucapnya saat membuka pasar penyeimbang di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Rabu.
 
Selain itu, tutur perempuan pertama yang menjadi Wakil Bupati Gunung Mas ini, pasar penyeimbang juga membantu petani atau peternak memasarkan hasil produksi mereka kepada masyarakat.
 
Ke depan pasar penyeimbang rencananya akan kembali dilakukan di desa/kelurahan lain di wilayah kabupaten bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’, dengan jenis komoditas yang semakin beragam.
 
“Saat ini pasar penyeimbang menyediakan ikan, telur, beras, minyak goreng, dan gula. Semoga pada pelaksanaan pasar penyeimbang berikutnya juga ada disiapkan sayur-mayur dan lainnya,” jelas Efrensia.

Baca juga: Legislator Gumas ingin perbaikan Jembatan Sei Miwan diprioritaskan
 
Sementara itu, Kepala DPKP Gunung Mas Hansli Gonak mengatakan, dalam pelaksanaan pasar penyeimbang ini pihaknya menggandeng Dinas Pertanian kabupaten serta Badan Urusan Logistik (Bulog).
 
Adapun komoditas yang disiapkan di pasar penyeimbang ini yakni ratusan ekor ikan patin, 70 tabak telur, puluhan kilogram gula dan beras, serta puluhan liter minyak goreng.
 
Untuk ikan patin dijual seharga Rp27 ribu per kilogram, telur Rp53 ribu per tabak, beras Rp90 ribu per 10 kilogram, gula Rp14 ribu per kilogram dan minyak goreng Rp15 ribu per liter.
 
“Harga yang dipatok di pasar penyeimbang di bawah harga pasaran. Jadi pembeli juga kami batasi, supaya tidak ada yang menimbun atau menjual lagi komoditas yang dibeli di sini,” terangnya.
 
Salah seorang warga, Yetrie bersyukur karena pemkab menggelar pasar penyeimbang, mengingat harga yang dipatok lebih murah jika dibandingkan harga pasaran.
 
“Saya membeli satu tabak telur dengan harga Rp53 ribu. Kalau di pasar biasanya harga telur Rp60 ribu per tabak. Jadi saya sangat bersyukur dengan adanya pasar penyeimbang ini,” demikian Yetrie.

Baca juga: Bupati Gunung Mas: Germas harus dimulai dari keluarga

Baca juga: Turunkan angka stunting, Pemkab Gumas perkuat ketahanan pangan

Baca juga: DPRD Gunung Mas nilai data kependudukan perlu diuji petik