Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) berhasil merekonstruksi 178 ruas jalan dan 42 gang selama 2024.
“Tahun 2024 lalu kami melakukan rekonstruksi jalan sebanyak 178 ruas jalan dengan total 38.600 meter atau 38,6 kilometer dan 42 gang sepanjang 4.200 meter,” kata Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama di Sampit, Jumat.
Ia menjelaskan, bahwa Dinas SDABMBKPRKP Kotim mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang diberikan kepada daerah sesuai bidang masing-masing.
Tujuannya adalah demi tersedia dan terpeliharanya jaringan jalan dan jembatan kabupaten dalam kondisi baik, meningkatkan kualitas sistem drainase, mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat berpengaruh rendah (MBR) dan meningkatkan kualitas permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.
Selama 2024, pihaknya telah melaksanakan perbaikan maupun pembangunan 178 ruas jalan dan 42 gang dengan total anggaran Rp154.096.284.409 yang bersumber dari atas DAU Rp42.832.972.809, DAK Rp30.096.865.000 dan DBH Rp81.166.446.600.
Rekonstruksi jalan dan jembatan ini tersebar di wilayah dalam kota maupun luar kota. Di antaranya Jalan HM Arsyad Sampit, Jalan Kapten Mulyono, Jalan Simpang Kalang - Tumbang Kalang, Jalan Kandan, Jalan Metro TV dan lainnya.
Baca juga: Pemkab Kotim komitmen tuntaskan penanganan kesulitan air bersih
“Jadi yang menjadi sasaran pengerjaan kami tidak hanya dalam kota, tapi merata sampai luar kota. Khususnya, jalan yang rusak dan membahayakan pengguna jalan, serta berdampak pada inflasi,” jelasnya.
Disampaikan pula, gambaran kondisi jalan di Kotim hingga 2024 dari total panjang jalan 2.024,06 kilometer sebagai berikut, kondisi baik 589,09 kilometer, sedang 336,50 kilometer, rusak 872,22 kilometer dan rusak berat 226,25 kilometer.
Dengan tipe permukaan jalan meliputi jalan aspal 592,67 kilometer, perkerasan beton 387,72 kilometer dan agregat/tanah 1.043,67 kilometer. Kondisi ini mengalami sejumlah peningkatan dibanding 2023.
Selain itu, melalui Bidang Sumber Daya Air pihaknya juga melakukan pembangunan kurang lebih 50,34 saluran primer atau irigasi pada 2024, sehingga totalnya menjadi 846,21 kilometer.
Saluran primer ini dilaksanakan pada sembilan kecamatan, yakni Telaga Antang, Cempaga, Kota Besi, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit dan Kecamatan Pulau Hanaut.
Kemudian, Dinas SDABMBKPRKP Kotim juga membangun pintu air tipe 4 sebanyak dua unit di Kecamatan Telaga Antang dan pintu air tipe 5 sebanyak dua unit di Kecamatan Kota Besi.
“Itu lah capaian kinerja kami selama 2024. Memang belum semua bisa kami perbaiki, namun secara bertahap akan dilaksanakan termasuk pada 2025 ini kami telah menyusun rencananya. Kami juga berharap doa dan dukungan masyarakat agar setiap program yang disusun bisa terlaksana dengan lancar,” demikian Mentana.
Baca juga: Pemkab Kotim bangun dermaga permudah bongkar muat hasil tangkapan nelayan
Baca juga: Santri terduga pelaku asusila di Kotim ditetapkan sebagai tersangka
Baca juga: Nelayan Kotim kini tidak kesulitan lagi mendapatkan pasokan es