DPRD Palangka Raya ingatkan vendor proyek perhatikan penerapan K3

id dprd palangka raya, ketua dprd subandi, vendor proyek, keselamatan dan kesehatan kerja, k3 palangkaraya

DPRD Palangka Raya ingatkan vendor proyek perhatikan penerapan K3

Ketua DPRD Palangka Raya Subandi. (ANTARA/Rajib Rizali)

Palangka Raya (ANTARA) - Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Subandi meminta vendor yang melakukan pengerjaan proyek, baik pengerjaan jalan hingga pembangunan Puskesmas Menteng memperhatikan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

"Karena memang saat ini pengerjaan pembangunan sedang banyak dilakukan di berbagai tempat. Untuk itu penting penerapan K3 agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan," katanya di Palangka Raya, Senin.

Dia mengungkapkan, untuk memastikan pekerja vendor menerapkan K3, pemerintah kota diminta melakukan pengawasan rutin agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

Penerapan K3 merupakan instrumen penting dalam suatu pengerjaan proyek pembangunan, bukan hanya untuk memastikan pembangunan berjalan lancar, tetapi juga memastikan pekerja mendapat perlindungan.

"Karena kan dalam pembangunan itu tentu sangat berbahaya, sehingga diperlukan perlindungan bagi para pekerja proyeknya agar benar-benar selamat," ucapnya.


Baca juga: Fisipol UMPR siapkan pembelajaran project dan riset bagi mahasiswa

Subandi juga menjelaskan, tidak jarang kasus kecelakaan kerja terjadi akibat kelalaian atau kurangnya perhatian terhadap standar keselamatan.

Hal ini, kata dia, seharusnya bisa dicegah apabila semua pihak, baik vendor maupun pemerintah, benar-benar disiplin menerapkan aturan K3.

"Selain itu, kami juga mengingatkan, setiap kontraktor atau vendor yang ditunjuk dalam pengerjaan proyek harus memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja," ujarnya.

Subandi juga mengingatkan, pengawasan dari pihak pemerintah tidak hanya dilakukan saat awal pengerjaan proyek, melainkan harus berkelanjutan. Dengan begitu, kualitas pekerjaan dan keamanan para pekerja dapat terus terjaga hingga proyek selesai dikerjakan.

Ia berharap, dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya K3, semua proyek pembangunan di Palangka Raya dapat berjalan sesuai target, sekaligus memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

“Kalau K3 ini diabaikan, dampaknya bisa sangat besar, mulai dari kerugian material, keterlambatan proyek, hingga yang paling fatal adalah korban jiwa. Maka dari itu saya minta hal ini jangan dianggap sepele,” demikian Subandi.

Baca juga: 75 mahasiswa FK-FKG UMPR disambut ramah tamah di asrama

Baca juga: FK-Fakultas Farmasi UMPR edukasi ibu pengajian tentang pemanfaatan tanaman obat

Baca juga: Sirajul Rahman nakhodai PKS Kalteng periode 2025-2030


Pewarta :
Editor : Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.