Sekda Kalteng akui diperiksa KPK selama 8 Jam, ini daftar pertanyaannya

id Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,pencemaran danau sembuluh,sekda kalteng diperiksa kpk,kpk periksa sekda kalteng,sekda kalteng,fahrizal fitri,ott

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri saat diwawancarai sejumlah wartawan di Palangka Raya, Kamis (6/12/18). (Foto Antara Kalteng/Jaya W Manurung)

Itu yang saya sampaikan kepada KPK mengenai pertanyaan apakah mengenal anggota DPRD Kalteng pengusaha swasta tersebut
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri mengakui bahwa dirinya dipanggil dan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi selama 8 jam, pada tanggal 5 Desember 2018.

Pemeriksaan itu terkait tindaklanjut operasi tangkap tangan (OTT) terhadap empat anggota DPRD Kalteng dan tiga pengusaha swasta bidang perkebunan, kata Fahrizal di Palangka Raya, Kamis

"Kapasitas saya saat pemeriksaan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng, bukan Sekda ya. Saya diperiksa selama 8 jam, dan mendapat 17 pertanyaan dari KPK," beber dia.

Adapun beberapa pertanyaan yang ditanyakan KPK yakni tugas dan fungsi Fahrizal sebagai Kepala DLH Kalteng, apakah mengenal empat Anggota DPRD Kalteng dan tiga pengusaha swasta tersebut, proses berkenaan adanya pengaduan pencemaran di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, dan lainnya.

Dia mengatakan untuk empat anggota DPRD Kalteng tentu mengenal karena mitra kerja. Sedangkan tiga pengusaha swasta tersebut, hanya mengenal satu orang dan pernah bertemu sekali, sekaligus tidak memiliki hubungan kekeluargaan.

Baca juga: Gubernur Sugianto anggap OTT DPRD Kalteng peringatan semua pejabat

Baca juga: Kejari Palangka Raya OTT oknum BKD Kalteng [VIDEO]


"Itu yang saya sampaikan kepada KPK mengenai pertanyaan apakah mengenal anggota DPRD Kalteng pengusaha swasta tersebut," kata Fahrizal.

Mengenai pencemaran di Danau Sembuluh apakah benar tercemar atau tidak, Sekda Kalteng itu menegaskan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan bukan karena adanya pengaduan, melainkan pemberitaan di sejumlah media.

Dia mengatakan pemeriksaan itu pun inisiatif DLH Kalteng, dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Seruyan. Koordinasi itu untuk mengetahui apakah sudah pernah mengambil sampel dan meneliti air di Danau Sembuluh.

"Ternyata DLH Seruyan belum ada melakukannya. Jadi, kami menurunkan tim untuk mengambil sampel air dan meneliti air di Danau Sembuluh itu. Tim itu pun berkeliling ke Danau Sembuluh, dan melakukan wawancara dengan sejumlah masyarakat setempat," kata Fahrizal.

Dikatakan, sampel air dari Danau Sembuluh yang diambil tim berasal dari tiga titik sekitar bulan September 2018, dan diuji di laboratorium kesehatan daerah. Dari hasil pengujian tersebut, secara normatif tidak ada pencemaran yang berdampak pada matinya ikan-ikan di Danau Sembuluh.

"Data-data itu telah diminta KPK. Pertanyaan lain yang ditanyakan KPK ya seputar tugas dan fungsi DLH Kalteng. Pada dasarnya DLH Kalteng tidak ada berkomunikasi dengan orang-orang yang terkena OTT itu," demikian Fahrizal.

Baca juga: Oknum pegawai BKD Kalteng kejang-kejang usai ditetapkan jadi tersangka

Baca juga: KPK angkut lima tas berkas dari kantor Sinarmas Group di Sampit

Pewarta :
Editor: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar