Diskop UKM Kalteng bantu pasarkan masker kain pelaku usaha daerah

id Diskop ukm kalteng, kalteng, kalimantan tengah, umkm, pelaku usaha, usaha mikro kecil menengah, palangka raya, masker kain, plut, pusat layanan usaha

Diskop UKM Kalteng bantu pasarkan masker kain pelaku usaha daerah

Kepala Diskop UKM Kalteng Aty Mulyati (kanan) bersama jajaran berada di PLUT setempat, menunjukkan masker kain yang siap dipasarkan, Palangka Raya, Selasa, (7/4/2020). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Provinsi Kalimantan Tengah, membantu memasarkan masker kain hasil produksi para pelaku usaha di daerah setempat, khususnya penjahit kepada berbagai pihak yang membutuhkan.

"Hal itu kami lakukan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kalteng sejak beberapa waktu terakhir," kata Kepala Diskop UKM Kalteng Aty Mulyati di Palangka Raya, Selasa.

Kebijakan tersebut pihaknya ambil, guna menyesuaikan kondisi saat terjadinya pandemi COVID-19. Pihaknya berupaya membantu masyarakat agar bisa mendapatkan masker yang berkualitas dengan harga terjangkau dan di satu sisi membantu pelaku usaha tetap bertahan.

Masker yang diproduksi para penjahit dan dipasarkan PLUT tersebut, dijual dengan harga Rp5.000 per lembar dan memiliki lapisan yang bisa digunakan sebagai tempat filternya. Diproduksinya masker kain ini sangat efektif, sebab tampaknya masker medis sudah mulai sulit didapat.

Bahkan dalam setiap harinya, masker kain yang PLUT pasarkan tersebut, terjual dalam waktu cepat kepada berbagai pihak dengan sistem pemesanan terlebih dulu. Terkadang ada konsumen yang tidak kebagian, sebab tingginya permintaan.

"Saat ini kami masih membantu memasarkan saja, sehingga hasil produksi para pelaku usaha mudah dijual. Nanti setelah dilakukan rasionalisasi anggaran, semoga dari situ ada yang bisa dialokasikan untuk membantu menyediakan masker gratis," katanya.

Sementara itu Koordinator Konsultan PLUT Kalteng Hari menjelaskan, saat ini ada sekitar 40 pelaku usaha yang siap memproduksi masker kain tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan pesanan dari para konsumen.

Masing-masing pelaku usaha, biasanya mendistribusikan sekitar 50 lembar masker kain kepada pihaknya, sehingga rata-rata ada sekitar 2.000 lembar masker yang mampu dijual per harinya.

"Pesanan yang datang melalui PLUT cukup banyak, seperti sekarang saja sudah ada sekitar 50 pihak yang melakukan pemesanan masker kain. Pola bantuan pemasaran seperti ini, nyatanya cukup membantu pelaku usaha yang terdampak COVID-19 karena berkurangnya pelanggan," katanya.

Para pembeli masker tersebut terdiri dari berbagai pihak, baik dari kalangan masyarakat serta instansi pemerintah maupun perbankan. Para konsumen tersebut tak hanya berasal dari Palangka Raya, namun juga seluruh kabupaten di Kalteng, bahkan sejumlah daerah di Kalimantan Selatan hingga Surabaya, Jawa Timur.

Kemudian pada hari ini, Kepala Diskop UKM Kalteng Aty Mulyati bersama jajaran, juga mendatangi para penjahit di kawasan KS Tubun Palangka Raya. Pihaknya mensosialisasikan keberadaan PLUT yang dapat membantu memasarkan masker kain yang diproduksi.

Berdasarkan pengakuan sejumlah penjahit, mereka saat ini juga telah memproduksi masker kain guna memenuhi sejumlah permintaan. Hanya saja mulai mengalami kendala dalam penyediaan bahan baku seperti karet untuk masker. Diskop UKM berupaya menyerap berbagai informasi itu, untuk kemudian bisa ditindaklanjuti kedepannya.