Sampit (ANTARA) - Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melakukan terobosan untuk membantu memaksimalkan penanganan COVID-19 dengan membuat kebijakan wajib vaksinasi COVID-19 bagi pemohon surat izin mengemudi atau SIM.
"Bagi warga yang memohon pembuatan baru maupun perpanjangan SIM, wajib sudah divaksin. Ini upaya kami membantu mempercepat dan menyukseskan program vaksinasi COVID-19," kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin di Sampit, Senin.
Untuk pelaksanaan perdana kebijakan tersebut, Polres bekerjasama dengan pemerintah daerah melaksanakan vaksinasi COVID-19 terhadap warga yang meminta pelayanan di kantor Satuan Lalu Lintas Polres setempat.
Selain pemohon layanan, vaksinasi juga diberikan kepada warga di sekitar kantor tersebut. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan alokasi 50 dosis setiap harinya.
Kegiatan vaksinasi tersebut untuk memudahkan pemohon layanan yang sudah telanjur datang ke kantor Satuan Lalu Lintas namun belum divaksin. Namun selanjutnya, setiap warga yang akan meminta pelayanan, diwajibkan menunjukkan bukti sudah mengikuti vaksinasi COVID-19.
Jakin mengatakan, pihaknya melakukan berbagai cara untuk menyukseskan program vaksinasi. Dia berharap dukungan seluruh masyarakat karena program ini merupakan upaya melindungi masyarakat dan memutus mata rantai penularan COVID-19 agar pandemi ini segera berakhir.
Baca juga: Pendaftar haji di Kotim harus tunggu 25 tahun untuk berangkat
Semakin banyak warga yang divaksin maka semakin banyak pula orang yang memiliki kekebalan tubuh yang kuat melawan COVID-19 sehingga penularannya diharapkan semakin kecil hingga akhirnya tidak ada lagi.
"Ini untuk melindungi diri kita, keluarga dan orang lain agar tidak tertular COVID-19. Kami mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi karena ini juga bukti kepedulian kita untuk membantu mengatasi pandemi ini agar segera berakhir," kata Jakin.
Sementara itu Trisna, salah seorang warga menyambut baik kegiatan tersebut. Dia mengaku malah bersyukur karena bisa mendapat kesempatan disuntik vaksin COVID-19 agar imunitas lebih kuat melawan virus mematikan tersebut.
"Saya tidak masalah divaksin karena sebenarnya saya juga memang ingin divaksin, tapi belum dapat giliran. Saya mendukung program ini. Mudah-mudahan pandemi segera berakhir," demikian Trisna.
Baca juga: BKSDA siapkan jerat tangkap buaya penerkam guru di Kotim
Berita Terkait
DPRD Gumas imbau warga tak tergiur jasa pembuatan SIM di medsos
Senin, 11 November 2024 12:55 Wib
Ditlantas Polda Kalteng ingatkan warga waspadai pembuatan SIM palsu
Kamis, 7 November 2024 17:46 Wib
Pasutri pemalsu SIM ditangkap polisi di Gunung Mas
Selasa, 5 November 2024 14:35 Wib
Polres Barut dan BPJS Kesehatan uji coba syarat kepesertaan aktif JKN bagi pemohon SIM
Jumat, 1 November 2024 16:03 Wib
13 peserta dari Barito Utara ikuti PKA di Jawa Timur
Jumat, 2 Agustus 2024 20:11 Wib
Uji coba JKN syarat buat SIM
Selasa, 2 Juli 2024 14:55 Wib
Ini syarat dan perbedaan SIM C dengan SIM C1
Senin, 27 Mei 2024 17:52 Wib
Wacana nomor SIM diganti dengan gunakan NIK
Sabtu, 25 Mei 2024 6:13 Wib