Bupati minta KONI Mura bina atlet berkelanjutan

id Bupati minta KONI Mura bina atlet berkelanjutan, Kalteng, Mura, murung raya

Bupati minta KONI Mura bina atlet berkelanjutan

Bupati Murung Raya, Perdie M. Yoseph bersama Ketua KONI Murung Raya, Herianson D. Silam pada menyerahkan uang pembinaan dan piagam penghargaan kepada dua atlet dayung peraih medali emas di Puruk Cahu, Rabu (3/11/2021). ANTARA/Supriadi

Puruk Cahu (ANTARA) - Bupati Murung Raya, Kalimantan Tengah, Perdie Midel Yoseph meminta kepada pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten setempat untuk melakukan pembinaan berkelanjutan sebagai upaya mencetak atlet-atlet berprestasi di semua cabang olahraga.

"Kita meminta kepada KONI Murung Raya agar melakukan pembinaan secara berkelanjutan terhadap atlet, supaya nantinya bisa mencetak atlet-atlet berprestasi," katanya usai menyerahkan uang pembinaan dan piagam penghargaan kepada dua atlet dayung peraih medali emas di Puruk Cahu, Kamis.

Pembinaan berkelanjutan penting dilakukan agar di setiap pertandingan olahraga tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional, atlet dari Murung Raya bisa kembali mengharumkan nama daerah.

"Sekuat apapun bila tidak ada kaderisasi, maka ke depan tidak ada lagi atlet seperti Karmila dan Selvia Sari yang bisa meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional," ucap Perdie M. Yoseph di hadapan pengurus KONI Murung Raya.

Selain itu, ia juga meminta KONI Murung Raya untuk melakukan kajian atau evaluasi terhadap jenis cabang olahraga yang efektif, disukai maupun berpotensi bagi atlet dari Kabupaten Murung Raya untuk meraih medali emas.

Baca juga: Pemkab Mura apresiasi dukungan BPKP Perwakilan Kalteng

"Kepada KONI Mura diminta pada 2022 mendatang supaya memprogramkan dalam menghadapi pekan olahraga provinsi yang akan dilaksanakan di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat," kata dia.

Perdie juga menyarankan agar para calon atlet Murung Raya diberikan pemusatan latihan diluar daerah dengan menggandeng pihak-pihak yang berkompeten.

"Jadi tidak harus menyelenggarakan pekan olahraga kabupaten dulu sebagai seleksi mengikuti Porprov, bisa saja kita kirim atlet yang berpotensi untuk melakukan pemusatan latihan, atau dalam kata lain melakukan uji tanding,” tambah Perdie.

Menurut Perdie, usulnya tersebut dikarenakan masih minimnya peralatan olahraga yang dimiliki pemerintah daerah serta juga kondisi pandemi yang tidak tahu kapan akan berakhir.

Baca juga: Wabup Mura: Moderasi kunci toleransi dan kerukunan antar umat beragama