Barito Utara Kembangkan Ratusan Lengkeng Dataran Rendah

id lengkeng

Barito Utara Kembangkan Ratusan Lengkeng Dataran Rendah

Buah lengkeng. (Istimewa)

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengembangkan ratusan bibit tanaman lengkeng dataran rendah di lahan seluas dua hektare.

"Sebagian besar lengkeng yang dikembangkan jenis Diamond River dan Pingpong sudah bisa dipanen dengan rasa manis," kata Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Barito Utara (Barut), Setia Budi, di Muara Teweh, Kamis.

Menurut dia, panen buah lengkeng perdana ini dilakukan Bupati Barut, Nadalsyah dan sejumlah pejabat lainnya pekan lalu di kawasan sentra pembibitan holtikulutra Pemkab Barito Utara di kilometer 7 Jalan Negara Muara Teweh - Puruk Cahu.

Budidaya lengkeng di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini memang masih jarang dilakukan. Namun melihat dari hasil tanaman yang dikembangkan tersebut, kedua jenis ini cocok dan tumbuh subur.

"Memang sebelumnya saya ragu lengkeng bisa tumbuh di daerah ini. Namun dari hasil uji di kebun pembibitan milik Pemkab barito Utara ini, tanaman buah itu cocok dan rasanya tetap manis," katanya.

Budi mengatakan, lengkeng yang dibudidayakan itu cocok hanya dua jenis dan buahnya manis sama seperti buah lengkeng dataran tinggi yang banyak dijual pedagang buah di pasaran, namun buahnya lebih segar.

"Kelebihan dari lengkeng dataran rendah varietas Diamond River dan Pingpong yang berasal dari Vietnam ini cepat berbuah dan pada umur 16 -20 bulan mulai belajar berbunga dan berbuah," jelas dia.

Dia mengatakan, pihaknya telah memprogramkan pembibitan lengkeng dengan cara sambung pucuk karena pohon induk untuk pohon induk sudah ada di lokasi pembudidayaan, yang saat ini tersedia sekitar 300-an bibit yang dijual kepada masyarakat.

"Kita menyediakan bibit buah lengkeng yang biasa dijual dipasaran dengan harga berkisar antara Rp200 ribu, di tempat ini dijual dengan harga hanya Rp75 ribu," kata dia.

Barut yang merupakan salah satu kabupaten pedalaman Sungai Barito ini memprogramkan sentra hortikultura menjadi kawasan agrowisata dengan sasaran luas mencapai puluhan hektare pada 2016.