Manajemen geram nama hotel Amaris dicatut sediakan jasa prostitusi

id hotel amaris palangka raya,manajer hotel amaris palangka raya,Andi Febrioko

Manajer Hotel Amaris Andi Febrioko (Kanan) didampingi Sales Eksekutif Amaris Rita Pratiwi saat dibincangi wartawan LKBN Antara di Palangka Raya, Jumat (11/1/19). (Foto Antara Kalteng/Adi Wibowo)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Manajemen Hotel Amaris Kota Palangka Raya geram dengan oknum tertentu, yang mencatut dan memanfaatkan nama hotelnya untuk menipu serta menyediakan jasa prostitusi daring maupun luring.

"Hotel serta manajemen Amaris tidak mendukung dan menyediakan jasa prostitusi dalam bentuk apapun, meski beberapa waktu lalu nama hotel ini ada yang mencatutnya," kata Manajer Hotel Amaris Kota Palangka Raya Andi Febrioko, Jumat. 

Dia menjelaskan, modus operandi bermula para costumer atau korbannya mencari jasa prostitusi melalui aplikasi online seperti Michat, Bee Talk serta lain sebagainya. 

Kemudian itu, ada orang yang mengaku sebagai karyawan Hotel Amaris dengan menawarkan jasa pelayanan ladies untuk menemani tamu tersebut. Namun sebelum itu para korbannya diwajibkan untuk mentransper uang untuk biaya boking kamar, keamanan serta lain sebagainya.

"Yang membuat para costumer itu yakin bahwa hal jasa tersebut memang benar, di dalam kuitansi yang dikirim oleh orang tidak dikenal tersebut, ia ada menyertakan logo Hotel Amaris di kuitansi yang dikirimnya melalui via apliakasi disebuah handphone. Padahal hal tersebut tidaklan benar dan kamar yang sudah dipesan pun fiktif," ucap Andi.

Dari perbuatan orang tidak dikenal yang mengaku karyawan Hotel Amaris tersebut, korbannya cukup banyak. Hampir setiap hari dua orang masyarakat Kota Palangka Raya tertipu dengan cara mengkonpirmasi pihak karyawan hotel setempat. 

Aksi pencatutan nama hotel serta penyediaan jasa seperti itu terjadi sejak bulan Desember 2018 sampai Januari 2019 ini. Agar tidak bertambahnya korban dari hal itu, pihak Manajemen Hotel Amaris juga melaporkan peristiwa tersebut ke aparat kepolisian yang berada di daerah setempat. 

Selanjutnya pihaknya juga selalu memberikan imbauan kepada masyarakat baik melalui media online maupun pamplet yang disebarkannya dibeberapa tempat di lobi hotel.

"Kami segenap manajemen Hotel Amaris mengimbau agar lebih berhati-hati menyikapi adanya informasi prostitusi online, dan kami nyatakan bahwa informasi yang mengatasnamakan kami tersebut tidak benar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang ditimbulkan," kata-kata yang tertulis di sebuah pamplet yang berada di lobi hotel.

Ditambahkan Andi, rata-rata para costumer yang mengalami kerugian akibat hal tersebut berpariasi dari Rp800 ribu paling tinggi dan paling sedikit Rp400 ribu lebih.

"Semoga dengan kejadian seperti ini tidak ada lagi masyarakat Kota Palangka Raya yang menjdi korban," tandasnya.

Pewarta :
Editor: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar