Penjabat Bupati: Pasar penyeimbang berikan manfaat bagi masyarakat Pulang Pisau

id pemkab pulang pisau, penjabat bupati pulang pisau, nunu andriani, pulang pisau, gerakan pengendalian inflasi, pangan, inflasi, pulpis

Penjabat Bupati: Pasar penyeimbang berikan manfaat bagi masyarakat Pulang Pisau

Penjabat Bupati Pulang Pisau Nunu Andriani. (ANTARA/Adi Waskito)

Pulang Pisau (ANTARA) -
Penjabat Bupati Pulang Pisau Kalimantan Tengah Nunu Andriani mengatakan pasar penyeimbang dilaksanakan pemerintah provinsi di dua titik lokasi kecamatan yakni Jabiren Raya dan Kahayan Hilir sebagai bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan 2024.
 
“Pelaksanaan pasar penyeimbang ini didasari atas kondisi harga beberapa komoditas pangan yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Nunu Andriani di Pulang Pisau, Jumat sore.
 
Dia menjelaskan keberadaan pasar penyeimbang diharapkan bisa membantu stabilisasi harga-harga kebutuhan pokok. Masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih murah karena ada subsidi yang diberikan pemerintah provinsi untuk membantu meringankan beban masyarakat.
 
Menurutnya, dalam waktu dekat juga akan ada penyaluran-penyaluran beras dari cadangan pangan pemerintah, yang diharapkan dapat juga membantu mengurangi pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan.
 
Melalui pasar penyeimbang ini, terang dia, selain memberikan nilai manfaat kepada masyarakat juga bisa mengendalikan inflasi serta memberikan dampak positif kepada masyarakat yang ada kantong-kantong kemiskinan.
 
Dua titik pelaksanaan kegiatan pasar penyeimbang di Kecamatan Jabiren Raya disebar sebanyak 2.000 paket dan Kecamatan Kahayan Hilir sebanyak 4.000 paket.

Baca juga: Pj Bupati Pulang Pisau laporkan kinerja triwulan pertama ke Kemendagri
 
Paket kebutuhan pokok ini senilai Rp150 ribu dengan subsidi dari Pemerintah Provinsi Kalteng sebesar Rp130 ribu ditambah disubsidi lagi oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran sebesar Rp20 ribu hingga nilai paket sembako 0 rupiah dan akhirnya masyarakat mendapatkan paket tersebut secara gratis. 
 
Nunu Andriani mengatakan pemerintah setempat juga memiliki program serupa pada 2024 melalui OPD terkait untuk mengalokasikan program untuk penanganan kemiskinan, inflasi, dan juga stunting. 
 
Pemerintah setempat, paparnya, juga menargetkan sebanyak 4.000 kepala keluarga melalui Dinas Sosial untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
 
Program ini diharapkan bisa membantu dalam mengentaskan kantong-kantong kemiskinan dan penyaluran setiap bantuan sosial harus bisa tepat sasaran karena sudah mengacu dengan kesesuaian data nama dan alamat atau by name and by addres.
 
Pelaksanaan pasar penyeimbang di halaman Stadion HM Sanusi dihadiri langsung Gubernur Sugianto Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo, dan anggota DPR RI Agustiar Sabran. 

Baca juga: Kemenag diharap terus jaga harmoni kehidupan beragama

Baca juga: Bendahara BMI Pulpis kampanyekan senam zumba ke masyarakat di perdesaan