Ini 20 Wanita Rawan Sosial Ekonomi yang Terpilih untuk Dilatih Keterampilan

id gunung mas, Gumas, 20 Wanita Rawan Sosial Ekonomi, keterampilan

Kepala Dinsos Kabupaten Gumas Drs Budhy didampingi Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Dinsos Provinsi Kalteng Ruary AKS MKes, saat membuka bimbingan dan rehabilitasi Sosial Tuna Susila di Aula Dinsos Gumas, Selasa (26/9/17). (

Kuala Kurun (Antara Kalteng) - Sebanyak 20 wanita rawan sosial ekonomi yang berasal dari Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kelurahan Kuala Kurun dan Desa Tanjung Riu, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah mengikuti pelatihan dan keterampilan dalam rangka program pemberdayaan dimasa yang akan datang.

"20 wanita rawan sosial ekonomi ini merupakan hasil seleksi dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Mereka diberikan pelatihan dan keterampilan, sehingga akan mampu menjadikannya lebih produktif," kata Kepala Dinsos Kabupaten Gumas Drs Budhy, Selasa.

Dalam pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini, kata dia, mereka diberikan pemahaman, teori dan praktek dalam memasak dan pembuatan kue. Setelah dilatih, nantinya mereka akan diberikan modal sebesar Rp3 juta untuk setiap orang yang langsung masuk ke rekening masing-masing.

"Kita ingin mereka ini mampu menciptakan industri rumah tangga yang dapat menambah penghasilan. Jadi jangan disia-siakan peluang ini," tegasnya. 

Nantinya, lanjut dia, dalam mengimplementasikan keterampilan yang didapatkan tersebut mereka akan didampingi oleh pendamping, baik itu Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Dinsos Provinsi Kalteng Ruary AKS Mkes menuturkan, dalam pelatihan tersebut wanita rawan sosial ekonomi ini diberikan pengarahan, keterampilan, bimbingan mental, serta bantuan stimulan.

"Nantinya kita harapkan mereka pun bisa menjadi pioner dan memberikan apa yang didapatkan selama mengikuti pelatihan ini kepada teman-temannya yang lain," tandasnya.


Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar